Kakek dan nenek Entabai

Daily journal Ramadhan #day5

Hari ini saya dan tina. kawan satu tim nusantara sehat asli medan boru purba tapi cara bicaranya jawa. sudah bersiap dengan obat-obatan, laptop dan speacker untuk kami bawa ke entabai. salah satu dusun diwilayah kerja kami yang masuk desa Lubuk sabuk 30 menit dari puskesmas. Sebagai alat perang dalam pelayanan di pos lansia disana. Pos lansia di entabai ini sebenarnya bukan tanggung jawab kami, tapi bidan desa yang bertanggung jawab disana beberapa hari lalu meminta tolong kepada kami untuk diajarkan senam dan sistem dalam pelayanan pos lansia kepada kader, tenaga kesehatan dan peserta pos lansianya. Pos lansia diwilayah kerja puskesmas Balai Karangan sejak 2015 lalu terus bertambah jumlah tempat pelayanannya dimasing-masing desa. Sebelumnya hanya ada 2, kemudian bertambah 4, dan sekarang sudah ada 7 tempat pelayanan yang dipusatkan di salah satu dusun di desa. Kegiatannya pun sudah tidak menonton seperti dulu, 2 pos lansia yang menjadi tanggung jawab tim nusantara sehat mengadakan senam lansia dan minum susu sebagai makanan tambahan selain kegiatan pemeriksaan kesehatan. Awalnya 2 pos lansia hanya mengadakan pemeriksaan kesehatan saja sebagai kegiatan rutin mereka dan kemudian kegiatan tambahan seperti senam dan minum susu mulai diaplikasikan ke beberapa pos lansia.

Setelah alat tempur beres saya, tina dan dua orang perawat puskesmas yang akan bertugas di pos lansia entabai meluncur ke tekape tepat pukul 08.15. Akses ke ke dusun entabai tidak sesulit dahulu, sudah beraspal beberapa kilo dan sisanya masih berbatu dan jalan tanah. 30 menit berkendara kami memasuki dusun entabai, dan kedatangan kami tampaknya sudah dinanti oleh kakek dan nenek disana.

Jadwal pos lansia di entabai hari ini mulai pukul 09.00, untuk mengisi kekosongan sambil menunggu bidan desa datang kami berinisiatif memperkenalkan diri kepada kader dan peserta pos lansia. Di entabai pelayanan lansia ini baru bulan lalu dilaksanakan jadi sistem pelayanannya masih dalam proses perbaikan. Setelah perkenalan kami menginformasikan tujuan pos lansia kepada peserta dan juga kader disan, jadi paradigma kakek dan nenek untuk datang ke pos lansia itu bukan berobat tapi memeriksakan kesehatannya sambil berinteraksi dengan teman-teman sesama lansia, semakin sedikit obat yang mereka bawa pulang semakin baik. Setelah basa-basi perkenalan, nenek dan kakek kami minta berbaris rapih dan langsung mengikuti gerakan senam anti stroke. Gerakan pertama adalah merentangkan tangan kedepan dan bertepuk tangan dengan berbagai macam gaya sukses memancing tawa dan cekikikan malu-malu dari nenek dan kakek. Gerakan selanjutnya malah memancing nafas mereka makin berat karena gerakan menepuk paha, betis dan pinggang dilakukan 2 kali 8 hitungan cukup menguras tenaga.

Selesai senam, sistem pelayanan pos lansia kami jelaskan. Dalam pos lansia dikenal juga dengan sistem 5 meja seperti posyandu balita. Tapi karna keterbatasan kader, pos lansia entabai kami bagi menjadi 3 meja yaitu meja pendaftaran dan pengukuran berat badan, meja pemeriksaan tekanan darah serta meja pemberian terapi/obat dan pencatatan. Awalnya, kakek nenek harus  mengumpulkan buku lansia mereka kemudian setiap nama dipanggil oleh kader lalu ditimbang, setelah ditimbang kakek dan nenek membawa buku mereka ke meja pemeriksaan dan ke meja pemberian terapi satu-satu. Pelayanan bulan lalu tidak seperti ini, kata kader, “lebih teratur pak, bulan lalu kakek neneknya berebut menimbang dan bertumpuk mau ditensi”


Karena sudah jadi program pemerintah kabupaten sanggau yang mewajibkan desa memiliki minimal 1 pos lansia tampaknya mendorong kepedulian aparat desa untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada usia lanjut, selain difasilitasi tenaga kesehatan setiap bulannya, kakek dan nenek juga diberikan makanan tambahan berupa susu. Karena di entabai semua penduduknya Katholik jadi tidak masalah kakek dan nenek disini minum susu saat ramadhan, apalagi setelah senam dan menunggu namanya disebut untuk dapatkan pelayanan. Saya saja yang tampak tenaganya terjun bebas setelah berkoar-koar dan jadi instruktur senam di balai pertemuan yang mulai panas oleh tawa dan obrolan kakek nenek.

         
Ibadah puasa hari ini ditutup oleh senyum dan lambaian tangan kakek nenek yang tampaknya bahagia bisa bersenda gurau dan minum susu bersama di balai pertemuan dusun. Sehat-sehat terus nek, kek. Semoga bisa terus berkunjung.
Tulisan ini diikutkan dalam tantangan kelas menulis SIGi Makassar, #SIGiMenulisRamadhan

Yuk baca juga blog dari teman-teman yang ikutan kelas nulis SIGi Makassar

  • Kak Nunu = nuralmarwah.com
  • Kak Adry = bukanamnesia.blogspot.com
  • Amma = nurrahmahs.wordpress.com
  • Kak Ammy = rahmianarahman.blogspot.com
  • Kikiyu = kyuuisme.wordpress.com
  • Inov = inanovita.blogspot.co.id
  • Ratih = burningandloveable.blogspot.com
  • Kak Indi = inditriyani.wordpress.com
  • Oshind = uuswatunhasanah.tumblr.com
  • Jabbar = begooottt.wordpress.com
Advertisements

Abate-ku Sayang

Daily Journal Ramadhan #Day3

Today i don’t fell like doing anything…

I just wanna lay in my bed..

Lagu Bruno Mars mengalun dengan keras dalam ruangan 3 x 2 meter yang difungsikan sebagai gudang puskesmas ini. Sudah sejak pukul 08.00 pagi saya duduk dalam ruangan ini bercengkerama dengan bubuk Abate sambil membagi dan membungkusnya dalam plastik kecil masing-masing 10 gram atau seperempat sendok makan. kurang lebih. 

Abate adalah bubuk kristal padat yang segera larut saat dinasukkan dalam air dan sebenarnya adalah nama dagang dari temefos, insektisida dari golongan organofosfat yang efektif membunuh larva nyamuk dan insekta air lainnya. Abate lebih dikenal dalam pengendalian larva nyamuk demam berdarah. aedes aegypti. yang ditaburkan dalam penampungan-penampungan air rumah tangga. Siklus hidup nyamuk demam berdarah yaitu aedes aegypti sama dengan siklus hidup nyamuk lain, mulai dari Telur, larva (jentik), pupa (kepompong), dan nyamuk dewasa. Sebagian besar hidup nyamuk dihabiskan dalam air, dari telur hingga menjadi pupa. Lalu, kenapa abate bisa membunuh Larva (jentik) nyamuk?. Karena abate yang dimasukkan dalam air sebagai tempat perindukan nyamuk akan meracuni larva, menghancurkan sistem saraf pusatnya kemudian mati. Kejam yah. Otomatis siklus hidup nyamuk terputus dan pertumbuhan nyamuk dewasa dapat ditekan dalam penularan penyakit demam berdarah. 

Bagaimana jika air yang mengandung abate tertelan oleh manusia karena ditabukan dalam bak mandi?. Tenang saja. Abate tidak beracun bagi manusia meski secara tidak sengaja tertelan kecuali dalam dosis yang sangat besar. 

Abate memang sangat efektif dalam membunuh larva (jentik) nyamuk tapi masih ada cara yang lebih alami dalam menekan pertumbuhan nyamuk aedes aegypti yaitu dengan membiasakan 3 M. Apa itu?. 1. Menguras bak mandi dan tempat penampungan air minimal 1 kali seminggu, 2. Menutup penampungan air agar nyamuk tidak dapat masuk dan berkembang biak, 3. Memanfaatkan barang-barang bekas yang dapat berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk jika dibuang sembarangan seperti botol plastik, kaleng, dan kantong plantik.

This woman is my destiny

She said oh oh oh

Shut up and dance with me…

3 jam kemudian berlalu begitu saja, gantian Walk the moon yang menemani dalam gudang kecil berukuran 3 x 2. 300 bungkus plastik abate tidak terasa sudah selesai dibungkus dan sekarang dengan manis tertumpuk dalam wadah rotan. Ternyata bukan hanya efektif membunuh larva nyamuk aedes aegypti tapi ternyata abate juga efektif membunuh waktu selama puasa. Sekarang sisa menunggu 6 jam lebih sampai adzan maghrib berkumandang dan berbuka. 
Tulisan ini diikutsertakan dalam tantangan #RamadhanDay4 #SIGiMenulisRamadhan Baca tulisan SIGiers Makassar yang lain

  • Nunu : nuralmarwah.com
  • Adry : bukanamnesia.blogspot.com
  • Amma : nurrahmahs.wordpress.com
  • Kyu : kyuuisme.wordpress.com
  • Inov : inanovita.blogspot.co.id 
  • Indi : indritriyani.wordpress.com
  • Ratih : burningandloveable.blogspot.com
  • Oshin : uuswatunhasanah.tumblr.com

Ramadhan dan jarak

Daily journal Ramadhan #day2

“Selamat berbuka….”

“Ini sudah masuk isya, makan malam namanya bukan buka puasa lagi..ckckck”

Pesan singkat yang dikirim diwaktu wilayah bagian barat ke wilayah bagian tengah jadi awkward hahaha

Memasuki 2 ramadhan berjauhan, perbedaan waktu jadi kendala. Kadang ucapan selamat sahur jadi basi karena disana sudah imsak. Mau jadi alarm hidup doi buat sahut malah dia yang bangunkan sahur karena sudah terjaga lebih dulu. Beda 1 jam, WIB dan WITA cukup bikin repot ketika basa-basi. Bagaimana yang perbedaan waktunya sampai berjam-jam yah? Antara makassar sama utchtrech misalnya? Repot pasti.
Selamat menjalankan ibadah puasa wahai pelaksana LDR
Tulisan ini diikutkan dalam tantangan Sigi Makassar #SigiMenulisRamadhan
Baca tulisan teman yang lain:

  • nuralmarwah.com
  • bukanamnesia.blogspot.com
  • nurrahmahs.wordpress.com
  • rahmianarahman.blogspot.com
  • kyuuisme.wordpress.com
  • inanovita.blogspot.co.id
  • burningandloveable.blogspot.com
  • inditriyani.wordpress.com
  • uuswatunhasanah.tumblr.com
  • begooottt.wordpress.com

Ramadhan bersama keluarga-

“Kapan pulang nak? Tidak sambut ramadhan di jeneponto? Tahun lalu kamu juga tidak pulang. Nanti lebaran pulangji?”

Pertanyaan bertubi-tubi datang dari etta (panggilan untuk ibuku) 2 hari Sebelum ramadhan tiba, bahkan sudah ditanyakannya berbulan-bulan lalu tanpa bosan. Satu tahun ditanah rantau saya memang belum pernah pulang kerumah, bahkan lebaran pun tidak pulang. Memang pantas etta bertanya intensif tahun ini hanya untuk memastikan anak sulungnya pulang untuk makan gantala (masakan berkuah berbahan dasar daging kuda) masakannya dihari raya nanti.

Saat ini saya bertugas sebagai petugas kesehatan di Puskesmas balai karangan kec. Sekayam kab. Sanggau Kalimantan Barat jauh dari Jeneponto di sulawesi selatan kota lelahiranku. Bertugas 2 tahun di perbatasan negara kita dengan malaysia sempat membuatku berfikir untuk tidak pulang sampai kontrak selesai “toh saya anak cowok, selesaikan kontrak dulu disini baru pulang etta” kataku kepada etta dulu saat pertama kali sampai disini. Tapi jujur saja, ramadhan tahun lalu jadi titik balik untuk memikirkan lagi statement itu. Ramadhan ditempat tugas bersama kawan-kawan satu tim dan lebaran bersama keluarga baru (nanti sy ceritakan asal usul “keluarga” ini di hari selanjutnya) di pontianak jadi moment berfikir bahwa tak ada yang lebih berharga dan istimewa dibanding dengan berkumpul bersama keluargaku di jeneponto dihari-hari special macam ramadhan dan lebaran. Sahur dan buka dengan makanan ettatarawih, sholat ied sampai silaturahmi dan makan-makan bersama keluarga besar tak ada yang mengalahkan nikmatnya. Kalian tahu saya sampai sesugukan menangis saat menelpon keluarga di jeneponto saat lebaran idul fitri tahun lalu.

Tapi etta percayalah, sekarang saya baik-baik saja. Walaupun akan saya lewati dua ramadhan (insyallah) ditahun ini tanpa buka dan sahur dengan masakanmu yang enaknya tak ada satupun mampu mengalahkan tetap saja sekarang saya punya keluarga baru disini. Anggota tim ku di penempatan yang senasib sepenanggungan akan menjadi keluargaku disini selama ramadhan sampai penugasanku selesai . Bersama-sama kami sahur dan berbuka puasa dengan makanan ala kadarnya dan tak seenak masakanmu, saling menguatkan untuk akhirnya pulang suatu hari nanti. bahkan adan keluarga baru juga yang saya temukan di Pontianak.

“Keluarga adalah tempatmu merasa nyaman dan diterima” dimanapun saya berada meski jauh etta, jangan maki khawatir kareng tetap ada keluarga baruku disini. 

Semoga idul fitri tahun ini kita bisa makan gantala yang etta masak sama-sama di jeneponto. Amiien.

Tulisan ini diikutkan dalam tantangan SIGi Makassar #SigiMenulisRamadhan
Baca tulisan teman yang lain :

  • nuralmarwah.com
  • bukanamnesia.blogspot.com
  • dandelionwannabe.wordpress.com
  • kyuuisme.wordpress.com

MI.S.S (Minggu Sore Sehat) Jilid II

IMG_0208

Setelah 4 minggu kelas MI.S.S (Minggu Sore Sehat) di laksanakan setiap ahad di dusun sotok dari 22 mei sampai 12 Juni 2015, kemarin 26 Juli kelas MI.S.S kembali kami laksanakan di Desa Pengadang. Desa Pengadang satu jalur dengan desa Sotok, namun Pengadang lebih dekat dengan Balai Karangan sebagai pusat Kecamatan, cukup 30 menit berjalan kaki dari rumah dinas kami.

Sama halnya dengan kelas MI.S.S Sotok yang spontan direncanakan, kelas Pengadang ini pun tidak beda jauh. Saat itu 3 orang dari kami Tim Nusantara Sehat ditugaskan ikut melakukan pelayanan di Posyandu Lansia desa Pengadang. Pelayanan posyandu Lansia hari itu pun istimewa, karena sejak 8 tahun dilaksanakan di desa Pengadang baru hari itu kakek nenek yang menunggu pelayanan kami ajak Senam Stroke, “Menyenangkan bisa joget-joget”, kata salah satu nenek yang memang masih aktif bergerak padahal sudah 80 tahun umurnya. Posyandu Lansia saat itu dibantu oleh 3 orang selain kami, 2 orang kader dan 1 anak dari salah satu kader yang saat itu sedang liburan kuliah.

Setelah Pelayanan Posyandu Lansia selesai, obrolan singkat terjadi, anak kader itu namanya Vio, kuliah di Universitas Tanjungpura Pontianak semester 3 jurusan pendidikan Kimia. Dengan spontan saya tantang Vio untuk mengumpulkan anak usia sekolah Dasar dari kelas 3 sampai 6 untuk berkumpul ditempat itu hari minggu untuk diberikan penyuluhan kesehatan sambil bermain khas kelas MI.S.S. Tantangan pun diterima Vio. Dan dia bergerak cepat, meminta bantuan ke salah satu Guru di SD Pengadang, yang tak jauh dari gedung pertemuan desa dan rumahnya, memberitahu siswa kelas 3 sampai 6 untuk hadir hari minggu ikut kelas Minggu Sore Sehat.

Minggu siang menjelang sore hari itu seketika riuh mendekati gaduh di Gedung Pertemuan desa, karena diserbu oleh anak-anak berseragam orange. Judulnya minggu sore sehat, jadilah adik-adik yang datang berpakaian olahraga lengkap dengan sepatu dan botol minum, katanya persiapan untuk senam. Yang hadir pun betul-betul dari kelas 3 sampai kelas 6, meski anak kelas 1 yang penasaran juga ikut masuk dan bergabung.

Berbeda dari desa Sotok yang cuman dihadiri 30an anak paling banyak kelas di Pengadang ini dihadiri hampir 70 anak dari umur 8 tahun sampai 14 tahun. Kami pun tertawa sendiri, antara senang, antusias, dan speechless. Apakah anak yang bersemangat sebanyak ini bisa kami atur? Awal masuk ruangan saja mereka langsung berhamburan berebut naik mainan dari kayu sampai mengetes tingkat kelicinan lantai sambil berselancar dengan hanya berkos kaki. Alamakk.

IMG_0223

 

IMG_0224

Apa kabar Semua?? SEHAT BOS!! Yel-yel penyemangat membuka kelas perdana sore itu. Karena pertemuan pertama kami hanya melakukan pengukuran tinggi dan berat badan saja. Setelah pengukuran berat badan dan tinggi badan selesai, kami duduk melingkar, berkenalan dan menceritakan maksud kami mengumpulkan mereka setiap sore. Selain itu kami juga mengajak mereka menyanyi lagu-lagu Tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Selain untuk menghangatkan suasana juga sebagai pengetahuan baru untuk adik-adik tentang lagu-lagu Tradisional yang ternyata banyak dan berbeda-beda tiap daerah.

IMG_0231

Rencana kedepan, kelas MI.S.S Pengadang ini akan diisi dengan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) termasuk jajanan sehat, CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun), Cara Sikat Gigi yang Baik dan Benar serta Pemeriksaan Garam beryodium.

Apa kabar Semua?? SEHAT BOS!!

 

 

MI.S.S (Minggu Sore Sehat)

Ahad kemarin tanggal 12 Juli 2015 jadi minggu keempat kami, Tim Balai Karangan Nusantara Sehat melakukan penyuluhan tentang kesehatan berkedok “KELAS MINGGU SORE SEHAT (MI.S.S)” belajar dan bermain bersama adik-adik di desa Sotok dusun Sotok.

Awalnya kami ditugaskan untuk ke Posyandu Balita di desa Sotok bersama bidan desa, memberikan penyuluhan tentang diare dan dosis obat kepada ibu-ibu, serta pengukuran berat dan tinggi badan balita. Karena hari itu bertepatan dengan hari libur sekolah, keriuhan tangis bayi dan balita ketika ditimbang dan imunisasi jadi magnet buat anak-anak untuk kepo. Awalnya beberapa anak yang kepo ngintip dijendela didekati sama Tina, Tenaga Farmasi Kami yang sudah selesai berurusan dengan ibu-ibu, dan mengajak ngobrol mereka karena antusias, penyuluhan tentang dosis obat sirup malah disampaikan ke anak-anak ini juga. Kurang bahan obrolan dengan anak-anak ini, Tina jadi mengajarkan cara cuci tangan yang baik dan benar.

P_20150616_103350
Tina sedang beraksi

Tidak selesai sampai disitu dengan anak-anak ini, karena jumlah mereka semakin bertambah dan Posyandu Balita sudah selesai, Feris, Tenaga Gizi kami yang sedari tadi sibuk mengukur tinggi dan berat badan balita, malah spontan mengajak mereka masuk dan sekalian mengukur tinggi  masing-masing anak. Seketika tercetus ide untuk mengumpulkan mereka lagi di hari ahad, memberikan penyuluhan tentang kesehatan bermotif belajar dan bermain agar mereka tidak lari dan bosan duluan disuguhin barang “asing” berjudul Penyuluhan apalagi Kesehatan. Ide awalnya sebatas menanamkan mereka untuk cuci tangan pake sabun dan berperilaku hidup bersih dan sehat. Temu janji sudah disepakati, jam 3 sore hari ahad setiap minggu.

Dusun Sotok tempat adik-adik ini bermukim adalah kawasan pemukiman yang bisa dibilang sangat sederhana tanpa fasilitasi air bersih baik komunal maupun . Berlokasi tepat di aliran sungai Sekayam yang secara keseluruhan kehidupan mereka gantungkan ke sungai tersebut. Mandi termasuk gosok gigi, mencuci pakaian, mencuci piring, dan buang air besar semua dilakukan di Sungai. Setiap hari sebelum ke sekolah atau ibu mereka ke Kebun mereka mandi dan BAB di sungai, setiap hari, pagi dan sore hari. Padahal air sungai Sekayam ini tidak bisa dibilang bersih, malah kelihatan coklat dan kotor.

Mandi sekalian Cuci piring, hemat waktu katanya :)
Mandi sekalian Cuci piring, hemat waktu katanya 🙂
P_20150705_162336
Kolam Renang Raksasa!!

Meskipun mandi dan kakus mereka disatu tempat di sungai tersebut, semua anak yang saya tanya mengaku tidak pernah sakit kulit, gatal-gatal atau diare, waktu bayi iya, mungkin sebagai tahap penyesuaian diri  dan salam perkenalan oleh air Sungai, tapi sampai sekarang mereka baik-baik saja, tidak mengeluh penyakit yang resikonya disebabkan oleh air Sungai yang tercemar oleh tinja mereka, Luar biasa.

Pertemuan di ahad pertama riuh dengan ocehan adik-adik yang berlarian dari sungi selepas mandi, yang datang mulai usia  5 tahun sampai 14 tahun. Karena pertemuan pertama, kami hanya perkenalan dan melanjutkan mengukur tinggi sekaligus berat badan mereka sekaligus mengulang kembali cara CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) yang baik dan benar. Saat itu yang hadir hampir 40 orang, bahkan adik-adik dari dusun sebelah pun hadir.

P_20150621_154932
Belajar CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) yang baik dan benar

 

P_20150621_161705
Bikin Kupu-kupu dan menuliskan cita-cita mereka

Ide spontan untuk memberikan anak-anak penyuluhan tiap ahad ini pun berkembang, sebelumnya kami hanya berpikir mencekoki mereka tentang kesehatan, lalu bertambah diajarkan belajar bahasa inggris yang mereka belum pernah dapatkan dibangku sekolah. Meskipun bahasa inggris yang kami ajarkan masih ada sangkut pautnya dengan kesehatan, pengenalan anggota tubuh dan jenis jajanan sehat jadi salah satunya. Bermain dan bernyanyi jadi selingan.

P_20150705_153113

 

IMG_5603

P_20150705_152855

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) jadi andalan kami untuk disampaikan, mengingat perilaku keseharian mereka jauh dari kesan sehat tapi tidak serta merta kami bisa mengubah perilaku mandi dan BAB mereka di sungai. Paling tidak penyuluhan CTPS dan PHBS yang terus kami sampaikan bisa sedikit membuka pikiran mereka kalau kesehatan itu penting, utamanya kesehatan pribadi mereka, mulai menerapkan cuci tangan sebelum makan saja sudah bisa dianggap mereka mengerti bukan.

Kelas minggu sore di dusun Sotok ini rencananya berakhir dipekan keempat ini, dengan menimbang ulang semua anak dan melihat adakah kenaikan berat badan maupun tinggi badan sejak sebulan lalu terakhir dilakukan pengukuran. Berat badan semua anak naik, 1 kilo, 2 kilo, bahkan ada yang sampai naik 3 kilogram, tinggi badan pun seperti itu, ada yang sampai naik 3 cm.

P_20150621_150337

P_20150621_150222

Sebelum kami pulang, seketika suasana jadi awkward, semua anak diam, ditanya tentang materi hari ini dan kesan mereka selama 4 kali pertemuan dibalas dengan diam. Kami pun saling tatap, bingung mau bilang apa lagi untuk menyemangati mereka untuk lebih ceria, tapi setelah kami Tanya apakah masih mau belajar lagi bersama kami, beberapa anak yang agak besar menjawab dengan spontan, Mau. 4 kali pertamuan rasanya tidak cukup untuk bertemu dan bermain bersama mereka. Semoga kelas MISS di dusun Sotok ini masih bisa kami lanjutkan dengan materi penyuluhan yang lain.

P_20150705_154344

P_20150705_154929
Adik-adik MI.S.S Dusun Sotok

IMG_5601

P_20150705_155141
Namanya Rohan 5 tahun

 

 

 

Tentang Kami, Tim Nusantara Sehat angkatan I

Tim Balai Karangan on Map
Balai Karangan on Map

Tepat dua bulan 5 hari kami berenam bertugas di sini, Puskesmas Balai Karangan Kec. Sekayam kab. Sanggau Kalimantan Barat sebagai tim Nusantara Sehat. Berbaur dengan tim Puskesmas dan ikut menjalankan program-program yang sudah ada menjadi rutinitas kami. Tapi tunggu, kalian sudah tau apa Nusantara sehat itu? Belum? Mari saya jelaskan. *rapihin dasi*

Nusantara Sehat adalah program Kementerian Kesehatan RI era Jokowi untuk menguatkan Pelayanan Kesehatan Primer/Puskesmas di 120 Puskesmas yang termasuk DTPK (Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan) serta DBK (Daerah Bermasalah Kesehatan) berbasis team. Saat ini, saya dan teman−teman di angkatan I Nusantara Sehat telah disebar di 20 Puskesmas yang focus untuk daerah perbatasan dan pulau terluar Indonesia. Mulai dari Pulau Simeulu Cut di Aceh hingga papua, dari Pulau Marore di utara yang berbatasan dengan Filipina sampai Pulau Rote Ndao di Selatan Indonesia yang berbatasan dengan Australia.

Yang khas dari program ini adalah, kami di beri tugas untuk menguatkan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas sebagai Team. Kami seluruhnya berjumlah 143 orang dengan 8 macam profesi kesehatan. Dokter, perawat, bidan, tenaga gizi, tenaga Farmasi, Tenaga Kesehatan Lingkungan, Tenaga Analis Laboratorium dan Tenaga Kesehatan Masyarakat. Ketika kami bekerja sebagai Team dengan latar belakang profesi kesehatan yang berbeda diharapkan dapat menyelesaikan masalah kesehatan secara terintegrasi antar profesi sehingga terjalin bekerja sama lintas program, dan melakukan intervensi pasien dengan pendekatan kedokteran Keluarga. Selanjutkan kami diturunkan ke masing-masing Puskesmas selama 2 tahun untuk mengabdi meningkatkan derajat kesehatan Masyarakat di daerah penempatan.

Kami tim Balai Karangan yang terdiri dari 6 Profesi Kesehatan, perawat, bidan, Tenaga Gizi, Tenaga Kesehatan Lingkungan, Tenaga Farmasi dan Tenaga Kesehatan Masyarakat bertugas di Kec. Sekayam dengan luas wilayah 846,53 km2, 10 desa dan 54 dusun. Luas yah? iya :”)

Tim Bal-Kar di Pelepasan oleh Presiden
Tim Bal-Kar di Pelepasan oleh Presiden

P_20150428_101303

Diklat sebelum pemberangkatan
Diklat sebelum pemberangkatan

Program Nusantara Sehat akan berlangsung hingga 2019 mendatang, jika teman-teman ingin ikut andil memperkuat pelayanan kesehatan primer di DTPK dan DBK seluruh Indonesia silah cek http://nusantarasehat.kemkes.go.id/ dan @Nusantara_Sehat untuk informasi kegiatan kami didaerah penempatan dan informasi pendaftaran Angkatan II

Percakapan tentang ‘perjalanan’

Ketika malam ini disempurnakan oleh pertemuan dengan 2 orang anggota “keluarga” baru di salah satu warung coto dan warung pisang epe “bisu” sampai jam 2 pagi.

“Keluarga” baru ini saya dapatkan dari percakapan tentang coto oleh 3 orang sesama volunteer di MIWF 2014 setelah acara itu sukses diadakan dan menghasilkan sapaan baru untuk @echapimen sebagai papa, dan kami bertiga saya, @AwRamadhani dan @ULPABIL sebagai anak entah karena alasan apa. Mungkin karena kak echa lebih tua dan kami bertiga lebih kekanak-kanakan jadi sapaan itu cocok untuk disandang olehnya haha.

Sebenarnya pertemuan ini sudah diganyang-ganyang oleh kami ber 4, janji bertemu untuk makan coto bersama yang jadi kedok untuk temu kangen ini sulit direalisasikan karena kesibukan masing-masing. Tapi apa mau dikata rencana betemu ber4 baru bisa mempertemukan 3 orang karena si adik bungsu @AwRamadhani sudah masuk jam malam.

Tidak tahu siapa yang memulai, percakapan tentang perjalanan ini pun bergulir. @echapimen bercerita mengenai pengalamannya menjelajah Sulawesi selatan yang kebanyakan dia lakukan seorang diri mendapatkan banyak pelajaran hidup. Perjalanan yang  kadang-kadang dia mulai hanya karena dorongan hasrat untuk menjumpai dan menemukan budaya baru dari orang-orang lokal pedalaman ternyata memberinya pelajaran dan keluarga baru. Pengalamannya mendapatkan tempat beristirahat setelah perjalanan jauh di daerah bone dari seorang petani yang dia tolong ditengah jalan untuk diantarkan pulang karena sudah malam, pengalamannya mendapatkan keluarga baru di salah satu desa di soppeng yang tidak bosan terus dikunjunginya karena sudah sangat dekat dengannya dan sudah dianggap sebagai anak sendiri, pengalaman spiritualnya, pengalamannya mendapatkan kemudahan-kemudahan dari penduduk lokal di pedalaman hanya karena kerendahan hati untuk mendengarkan dan bersosialisasi selanyaknya penduduk lokal disana.

@ULPABIL tak kalah bersemangat untuk bercerita. Kekagumannya tentang alam selayar dan pangkep jadi topik utamanya.  Dia bercerita tentang alam dan kehidupan selayar dapat menyentuh relung hatinya, tentang laut, bukit, perkampungan, mesjid tua, dan interaksinya dengan penduduk lokal. Pengalaman @ULPABIL saat melakukan survey yang sangat dibantu oleh penduduk sekitar hanya karena tidak jijik untuk bersalaman dengan ibu yang saat itu tangannya sedang  kotor, tentang surveynya yang dimudahkan karena lebih mendengarkan dan respek dengan penduduk yang dia temui dijalan dan tentang kegemarannya mendengarkan cerita tentang legenda dan cerita rakyat daerah tersebut yang membuatnya terus bertanya untuk mendapatkan cerita seputar daerah yang dikunjunginya.

Saya lebih banyak termenung dan terkagum mendengarkan cerita-cerita mereka. Saya mendapatkan pelajaran tentang makna sebuah pelajaran, dalam sebuah perjalanan kemampuan untuk rendah hati dan lebih mau mendengarkan jadi salah satu senjata untuk bertahan hidup di daerah pendalaman, di daerah yang tidak pernah kita kunjungi sekalipun. Berinteraksi dengan sesama juga penting.

Kami sepakat bahwa Indonesia ini sangat luas untuk bisa kami injak dan kunjungi serta pelajari dari ujung sabang sampai merauke. Indonesia ini sangat indah untuk bisa kita lukiskan dan sampaikan hanya dengan sebuah gambar atau menguraikannya dengan tulisan.

Kita bisa menceritakan keindahan dan kemegahan negeri orang, tapi apakah kita mampu menceritakan keindahan negeri kita sendiri yang nyatanya jauh lebih indah?

Percakapan malam ini dari dua orang yang sederhana banyak memberi sentilan dan pelajaran buat saya. Beruntung mengenal mereka. Semoga kita bisa melakukan perjalanan bersama suatu hari nanti dan sama-sama menikmati keindahan dan keramahan Indonesia sekaligus mengambil banyak pelajaran darinya.

Semoga muncul percakapan-percakapan bermakna lain dari kalian.

Terima kasih untuk coto dan milo panasnya  @echapimen 🙂

 

 

 

International’s Day

Sabtu 03 mei 2014, kakak-kakak HIMAHI (Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional) Universitas Fajar menyelenggarakan Internasional’s Day 2014. International’s day katanya sudah jadi program tahunan bagi HIMAHI UNIFA,dalam acara ini akan ditampilkan beberapa keunikan tiap tiap negara, mulai dari pakaian, budaya, makanan sampai tarian.

International Day 2014 ini dipenuhi performance yang ciamik dan keren baik dari panitia maupun dari tamu-tamu yang diundang. Ada persembahan Barongsai oleh Persobarin Makassar, ada juga SD cendekia berpaduan suara membawakan lagu daerah dan lagu nasional, penampilan drama Jepang dari Endless Story Kingdom, dance Street Capoeira Makassar dan ma-toku, dance cover dari U.K dan S.O.S entertaiment, serta penampilan live dari Hyosi Band, spesial gitarist Happy Flower, parade kostum festival yang dikawal oleh drum band IMMIM Putri Pangkep dan ditutup dengan holi party.

Yang paling menarik dan paling ditunggu-tunggu memang holi party. Di negara asalnya India, Nepal, Bangladesh, dan negara-negara dengan penduduk mayoritas hindu Holi Festival diadakan diawal musim semi, akhir februari sampai awal maret. Nama aslinya Dolyatra dan diselenggarakan selama 16 hari, acara puncaknya orang-orang saling melemparkan bubuk berwarna-warni. Yang hebat soal Holi party dimanapun itu diadakan adalah keakraban peserta, semua orang yang ikut bebas melepaskan penat mereka dengan menari, tertawa, dan saling melemparkan bubuk warna-warni, bukan hanya itu semua peserta jadi akrab satu sama lain. Acara ini (terutama Holi party) sangat luar biasa 😀

IMG_0180
Peserta parade kostum
IMG_0237
Holi party dimulai!!

IMG_0290 IMG_0312 IMG_0289

Bersama kak AMMY yang sangat antusias dr pagi ikut Holi party :D
Bersama kak AMMY yang sangat antusias dr pagi ikut Holi party 😀
semua orang jadi akrab satu sama lain, walaupunbaru ketumu di lokasi hari itu :D
semua orang jadi akrab satu sama lain, walaupun baru ketemu di lokasi hari itu 😀

*Foto taken By: Ary Irawan